Donald Trump Tandatangani RUU Akhiri Penutupan Pemerintahan Terpanjang dalam Sejarah AS

Donald Trump Tandatangani RUU Akhiri Penutupan Pemerintahan Terpanjang dalam Sejarah AS

Trump Akhiri Shutdown Terpanjang dalam Sejarah AS

Presiden Donald Trump akhirnya menandatangani RUU pendanaan yang mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat. Setelah 43 hari tanpa pendanaan, ribuan pegawai federal kini dapat kembali bekerja dan menerima gaji tertunda mereka.

RUU tersebut sebelumnya disetujui oleh Senat AS, kemudian dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan lolos dengan 222 suara setuju melawan 209 suara menolak. Menariknya, enam anggota Partai Demokrat ikut bergabung dengan Republik untuk mendukung RUU ini.

Trump menandatangani dokumen tersebut di Oval Office, disambut dengan tepuk tangan meriah dari para anggota Partai Republik. Ia menyebut hari itu sebagai “hari yang hebat” bagi Amerika.


Dampak Shutdown terhadap Perekonomian dan Rakyat

Selama penutupan berlangsung, lebih dari 800.000 pegawai federal terdampak. Sebagian di antaranya dirumahkan tanpa gaji, sementara yang lain tetap bekerja tanpa bayaran. Banyak program pemerintah tertunda, termasuk bantuan pangan dan pengawasan penerbangan.

Trump menyebut bahwa lebih dari 20.000 penerbangan di seluruh negeri mengalami penundaan atau pembatalan akibat gangguan operasional. Selain itu, sejumlah bantuan sosial juga sempat dihentikan.

Tabel berikut menunjukkan ringkasan dampak shutdown tersebut:

Dampak ShutdownJumlah PerkiraanKeterangan Singkat
Pegawai federal terdampak800.000+Banyak tidak menerima gaji
Penerbangan terganggu20.000+Penundaan dan pembatalan
Program bantuan panganJutaan wargaTerhenti sementara
Lembaga pemerintahanRatusan instansiOperasi terhenti total

Meski begitu, setelah RUU disahkan, seluruh pegawai akan menerima gaji penuh kembali (back-pay). Pemerintah juga mulai menyalurkan kembali anggaran untuk departemen dan program nasional.


Isi dan Kontroversi dalam RUU Baru

RUU sepanjang 328 halaman tersebut berisi berbagai ketentuan penting. Di antaranya adalah perpanjangan pendanaan untuk sebagian besar lembaga pemerintah hingga 30 Januari dan tambahan dana untuk Departemen Pertanian, Kongres, serta Urusan Veteran hingga September mendatang.

Namun, RUU ini juga mengandung klausul baru yang menimbulkan perdebatan. Salah satunya melarang jaksa federal untuk menggeledah catatan telepon senator tanpa pemberitahuan, dengan kompensasi hingga USD 500.000 per pelanggaran.

Selain itu, RUU ini membatalkan legalisasi hemp (ganja industri) yang sebelumnya diizinkan pada tahun 2018. Langkah ini memukul industri THC rendah yang sedang berkembang di AS.

Sementara itu, Partai Demokrat kecewa karena subsidi asuransi kesehatan untuk 24 juta warga tidak dimasukkan dalam RUU. Mereka hanya mendapat janji akan adanya pemungutan suara lanjutan pada Desember mendatang.


Reaksi Politik dan Pernyataan Trump

Setelah penandatanganan, suasana Capitol Hill penuh dengan rasa lega. Para anggota kongres dari kedua partai tampak saling berjabat tangan dan tersenyum. Namun, di balik kegembiraan itu, pertarungan politik belum sepenuhnya berakhir.

Trump menyebut bahwa Demokrat mencoba memeras pemerintah demi agenda kesehatan mereka. Ia menilai bahwa shutdown tersebut murni untuk tujuan politik. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan, “Demokrat mencoba menghancurkan Partai Republik, tapi justru mereka yang kalah.”

Meski popularitas Trump sempat menurun selama krisis ini, ia terlihat optimis. Ia menyerukan kepada rakyat Amerika agar tidak melupakan peristiwa ini saat pemilu sela 2026. Menurutnya, Partai Republik harus tetap memegang kendali di House of Representatives.


Tanggapan dari Partai Demokrat

Di sisi lain, Partai Demokrat merasa frustrasi. Beberapa anggota, termasuk Gavin Newsom, menyebut kesepakatan itu sebagai bentuk “penyerahan diri yang memalukan.” Banyak yang menganggap partainya gagal mempertahankan perjuangan subsidi kesehatan yang menjadi inti tuntutan mereka.

Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa kesepakatan ini penting untuk mengembalikan stabilitas nasional. Dengan pemerintahan kembali berjalan, pasar keuangan dan kepercayaan publik bisa pulih secara bertahap.

Trump menutup pidatonya dengan pernyataan penuh percaya diri: “Negara ini tidak pernah dalam kondisi sebaik sekarang.” Ia berjanji untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan menegaskan bahwa shutdown tidak boleh terjadi lagi di masa depan.